Rabu, 03 Februari 2016

PENANAMAN KARAKTER DISEKOLAH

ABSTRAK 
Pembangunan fisik perlu diimbangi dengan pembangunan moral. Salah satu cara pembangunan moral terhadap generasi muda adalah melalui pendidikan karakter yang dilaksanakan di lembaga Sekolah. Tujuannya adalah mengungkapkan model penanaman nilai-nilai pendidikan karakter yang telah dianalisis nilai-nilai karakternya, RPP dan Silabus, metode penanaman oleh guru, media pembelajaran berbasis karakter dan evaluasi penanaman nilai-nilai pendidikan karakter. Pengembangan dan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas seperti tempat ibadah, laboratorium bahasa dan budaya serta Pusat Sumber Belajar yang baik serta ditunjang dengan berbagai program sekolah mulai dari ekstra kurikuler, pengembangan budaya sekolah.
 Pendidikan karakter di Wilayah Kota sudah mulai diintegrasikan dalam kurikulum dihampir semua jenjang pendidikan, namun di sisi lain pemahaman dan penguasaan guru terhadap konsep pendidikan karakter perlu ditinjau lebih lanjut. guru belum memahami hakikat tentang konsep pendidikan karakter. Muatan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam pembelajaran pada saat melakukan kegiatan pembelajaran meliputi; nilai Disiplin (discipline), Rasa hormat dan perhatian (respect), Tekun (diligence), Tanggung jawab (responsibility), Dapat dipercaya (trustworthiness), Berani (courage), Ketulusan (honesty), Inegritas (integrity), Peduli (caring), Jujur (fairness), Kewarganegaraan (citizenship), Ketelitian
 Mendeskripsikan pemahaman guru tentang konsep pendidikan karakter, nilai karakter yang di utamakan, serta fasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pendidikan karakter disekolah digunakan metode deskriptif kualitatif sehingga data dianalisismelalui pengumpulandata. Nilai yang dikembangkan yaitu nilai religius, peduli lingkungan, semangatkebangsaan, demokratis, komuniktif, toleransi, mandiri, peduli sosial dan cinta damai. Fasilitas sekolah belum menunjang pengembangan pendidikan karakter sehingga perlu diupayakan pembenahan diantaranya adalah mushalla, saluran pembuanganair, media komunikasi dan informasi elektronik, ruang kesenian, wcdan air bersih.
Kata Kunci:
Pendidikan, Kebutuhan,Karakter


PENDAHULUAN
Pendidikan karakter sebaiknya dapat dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan di sekolah namun di jenjang sekolah dasar pendidikan karakter haruslebih diutamakan
M. NUH mengatakan bahwa "Pendidikan karakter harus dimulai dari SD karena jikakarakter tidak terbentuk sejak dini maka akan susah untuk merubah karakter seseorang”. Pendidikan karakter anak sebenarnya bukan hanya tanggung jawabsekolah melainkan orang tua di rumah yang juga memiliki peranan penting.Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak namun kenyataanya orang tua dirumah terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan mereka masing-masing sehingga perkembangan pendidikan karakter anaknya kurang diperhatikan dan sebagian besar orang tua di rumah melimpahkan pendidikan karakter anaknya kepada pihaksekolah. Hal tersebut merupakan alasan mendasar sekolah sebagai sarana pendidikan formal dijadikan wadah pembentukan karakter anak sehingga disekolah guru harus lebih intensif dalam membentuk karakter peserta didiknya agaranak-anak tersebut mampu membentuk Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter di masa yang akan dating
Menurut Suyanto (2009: 1) Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona tanpa ketiga aspek ini pendidikan karakter tidak akan efektif. Pendidikan karakter menurut Jamal Ma’mur Asmani (2011: 31) adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh guru untuk mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu dalam membentuk watak peserta didik dengan cara memberikan keteladanan, cara berbicara atau menyampaikan materi yang baik, toleransi, dan berbagai hal yang terkaitnya. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai- nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil (Prasetyo dan Rivasintha, 2011: 2). Nilai-nilai pendidikan karakter yaitu yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, yaitu: (1) Religius, (2) Jujur, (3) Toleransi, (4) Disiplin, (5) Kerja keras, (6)Kreatif, (7) Mandiri, (8)Demokratis, (9) Rasa Ingin Tahu, (10) Semangat Kebangsaan, (11) Cinta Tanah Air, (12) Menghargai Prestasi, (13) Bersahabat/Komunikatif, (14) Cinta Damai, (15) Gemar Membaca,(16) Peduli Lingkungan, (17) Peduli Sosial, & (18) Tanggung Jawab (Puskurbuk, 2011: 3)
Penyelenggaraan pendidikan karakter menjadi satu hal yang multlak dilakukan di jenjang pendidikan manapun, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Hal ini sangat beralasan karena pendidikan dasar adalah pondasi utama bagi tumbuh kembang generasi muda Indonesia. Pemahaman yang mendalam dari praktisi pendidikan, bagaimana implementasinya dan kemungkinan pengembangan pendidikan karakter ke depan


Pembahasan

Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya untuk mewujudkantujuan pendidikan nasional sebagaimana yang telah dijelaskan sehingga sekolahsebagai wadah pendidikan sudah seharusnya memperhatikan pelaksanaan pendidikan karakter guna pembinaan terhadap perilaku (attitude) peserta didik.Melaksanakan pendidikan karakter berarti membiasakan sekolah untukmenciptakan kondisi yang nyaman untuk mengembangkan perilaku seluruh wargadi sekolah sesuai dengan 18 nilai karakter bangsa yang ada.
Pemahaman Guru tentang Konsep Pendidikan Karakter
Guru merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah sehingga diperlukan pemahaman yang baiktentang konsep dari pendidikan karakter. Sesuai hasil wawancara dengan guru-guru diketahui bahwa konsep pendidikan karakter belum dipahami oleh semuaguru di sekolah sebab masih ada guru yang belum memberikan penjelasan akan pengertian pendidikan karakter yang sesuai. Hal tersebut menyebabkan sekolah belum sepenuhnya mengembangkan nilai-nilai karakter peserta didiknya dalam  proses pembelajaran di kelas. Di kelas guru melakukan pembiasaan selalu berdo’asebelum dan sesudah belajar, melaksanakan piket kebersihan di kelas, sertamemintaizin saat keluar/masuk kelas. Akan tetapi, guru kurang mengembangkan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran padahal salah satu strategimengembangkan pendidikan karakter adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilaikarakter bangsa pada setiap mata pelajaran sehingga menghasilkan peserta didikyang konsisten dalam perilaku berkarakter di kehidupannya sehari-hari.Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya yang harus dilaksanakansekolah untuk membina moral serta akhlak yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai dari Tuhan YME. Pendidikan karakter dilaksanakan sebagai bentuk penempaan terhadap sikap peserta didik sebagai anak bangsa sehingga denganadanya pembinaan karakter bagi peserta didik akan mampu membentuk bangsayang tangguh serta mampu berkompetisi sehat di era globalisasi. Dari 10 informanguru yang diwawancarai mengenai konsep pendidikan karakter, ditemukan 6 gurusudah memahami, 3 guru mulai memahami, dan 1 guru belum memahami konsep pendidikan karakter

Nilai Karakter yang Diutamakan Pelaksanaannya
 Nilai karakter yang dilaksanakan di sekolah dikembangkan melalui pembiasaan-pembiasaan terhadap peserta didik dalam berperilaku. Nilai karakteryang mulai dikembangkan melalui pembiasaan sikap di sekolah yaitu: Siswa berdo’a sebelum dan sesudah belajar, memberikan salam, serta meminta izinkeluar/masuk kelas sebagai implementasi nilai religius; Siswa melaksanakan tugas piket kebersihan kelas, menanami/merawat tanaman yang ada di sekitar kelas,serta melaksanakan kegiatan kerja bakti setiap hari jum’at sebagai perwujudannilai peduli lingkungan; serta Siswa melaksanakan upacara bendera setiap harisenin, serta menyanyi-kan lagu nasional sebagai implementasi nilai semangatkebangsaan.Di sekolah juga mulai ada pengkondisian meskipun pelaksanaannya belumsesuai dengan indikator nilai karakter bangsa yang ada. Pengkondisian yangdilaksanakan di sekolah yaitu: Menyediakan tempat pembuangan sampah organikdan anorganik di setiap kelas; Memberikan sumbangan sembako kepada parakorban bencana alam yang ada di sekitarnya, serta mengunjungi teman yang sakit;serta Menyediakan buku ramadhan untuk peserta didik, serta merayakan hari-hari besar keagamaan dengan berdzikir bersama di Masjid dekat sekolah.Kegiatan spontan juga dilaksanakan di sekolah oleh guru dan peserta didikyaitu guru langsung menegur peserta didik saat melakukan kesalahan, dan antarasesama peserta didik terkadang saling menegur jika ada teman lainnnya yangmelakukan perbuatan tidak terpuji.
Di sekolah nilai-nilai pendidikan karakter yang muncul belum mencapaiindikator keberhasilan yang ada sehingga harus ditingkatkan pembinaannyaterhadap para peserta didik. Masalah yang sering dihadapi disekolah yaitu  siswa belum memiliki sikap disiplin sebab ada peserta didik yang memakai seragam tidak rapi didalam kelas, serta peserta didik dan guru masih ada yang dating terlambat ke sekolah. Hal tersebut terjadi karena belum ada sanksi yang tegas diberikan kepada para pelanggar sehingga harus diberikan bimbingan serta peringatan agar pelanggar malu untuk mengulangi kesalahannya.

Penunjang yang Dibutuhkan Sekolah untuk Pelaksanaan Pendidikan Karakter.
Keberhasilan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan prasarana/sarana penunjang yang digunakan untuk mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada peserta didik. Di sekolah ada beberapa prasarana/sarana yang harus diperbaiki dan disediakan sehingga peserta didik dapat secara langsung mempraktekkan perilaku sesuai denganin dikator keberhasilan yang ada dalam pendidikan karakter. Kondisi sarana penunjang di sekolah belum sesuai dengan nilai pendidikan karakter yang ingin dikembangkan kepada peserta didik. Nilai religius di sekolah masih membutuhkan Mushalla untuk mendukung kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan nilaikarakter. Sekolah memang memiliki ruang kelas yang dapat difungsikan sebagai pengganti mushalla namun ruangan tersebut dirasakan kurang maksimal untuk melaksanakan kegiatan keagamaan sehingga terkadang menggunakan masjid dekat sekolah saat merayakan hari-hari besar keagamaan.Sarana yang dibutuhkan untuk membantu pengembangan nilai jujur yaitutersedianya kantin kejujuran, kotak saran dan pengaduan, serta tempat temuan barang hilang. Untuk tempat temuan barang hilang meskipun guru sudahmemfasilitasi untuk mengumpulkan barang temuan dari peserta didik namun haltersebut dirasakan kurang maksimal sebab terkadang guru tidak sempat menginformasikan barang temuan tersebut. Sarana untuk pengembangan nilai jujur tersebut sangat dibutuhkan sekolah sebagai bentuk pengkondisian untuk menciptakan suasana sekolah yang jujur, sehingga diharapkan seluruh warga sekolah akan merasa malu jika tidak bersikap jujur. Pengembangan nilai kreatif di sekolah membutuhkan ruangan yang dapat dijadikan wadah bagi peserta didik untuk mengekspresikan dirinya dengan bebas sesuai dengan bakat dan minat seni yang dimiliki. Di sekolah ada bimbingan senitarian daerah yang diberikan kepada peserta didik hanya saja bimbingan tersebut belum dapat terlaksana dengan maksimal dan baik sebab belum tersedianya ruangan serta alat-alat kesenian yang mendukung kegiatan tersebut.
silitas penunjang yang telah dijelaskan sangat berperan penting untuk mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah. Sesuai dengan yang disebutkan dalam Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Standar Nasional untuk SD,dijelaskan satandar prasarana pendidikan mencakup persyaratan  minimal danwajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan adalah lahan, ruang  kelas, ruangkepala sekolah, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Kemudian standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. Melalui penyediaan sarana-sarana penunjang maka akan tercipta suasana sekolah yang kondusif dan sesuaiuntuk pelaksanaan pendidikan karakter


KESIMPULAN DAN SARAN

konsep pendidikan karakter. nilai yang sangat dibutuhkan di sekolah yaitu: nilai jujur,menghargai prestasi, kerja keras, tanggung jawab, cinta tanah air, kreatif, disiplin,gemar  membaca, rasa ingin tahu. Pelaksanaan nilai peduli lingkungan sebenarnya sudah ada di sekolah hanya saja peserta didik masih ada yang membuang sampah sembarangan, hal tersebut sangat mengganggu kebersihan dilingkungan sekolah.Sekolah masih membutuhkan penyediaan sarana yang memadai agar pendidikan karakter dapat dilaksanakan dengan baik.Untuk meningkatkan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah maka sebaiknya semua guru diberikan pelatihan dan pembinaan dalam mengembangkan pendidikan karakter di sekolah. Pihak sekolah sebaiknya mengadakan kerjasama dan relasi yang baik dengan orang tua murid dalam mengembangkan nilai karakter sehingga pendidikan karakter anak dapat dibina bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah. Penyediaan sarana yang memadai harus didampingi oleh tatatertib serta sanksi yang diberikan sekolah kepada yang melanggar sehingga semua warga sekolah akan merasa jera dan tidak akan mengulangi kesalahannya. Hal tersebut dimaksudkan agar pendidikan karakter dapat berkembang dengan baik disekolah.
 Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter diSekolah.
Jogjakarta: DIVA PressBungin, B. 2003.
 Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman filosofisdan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi
. Jakarta: RajaGrafindo Persada.Junaidi, W.2010.

 DAFTAR PUSTAKA
AntaraNews.2011.Mendiknas: Penerapan Pendidikan Karakter DimulaiSD
Prasetyo, A dan Rivasintha E 2010 Konsep, Urgensi, dan Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah


,Asmani, Jamal Ma’mur. 2011. Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Jogjakarta: DIVA Press. Albertus, D.K. 2007. 

Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo. Antara News. 2011. Mendiknas: Penerapan Pendidikan Karakter Dimulai SD, (Online). (http: //www.antaranews.com, diakses 10 Desember 2011). 

Hidayat, T. 2011. Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar di Indonesia, (Online). (www.vanillamist.com. diakses 10 Desember 2011) Miles, M.B, & Huberman, A.M. 1992. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi R. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. 

Prasetyo, A., dan Rivasintha, E. 2010. Konsep, Urgensi, dan Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah, (Online). (http://edukasi. kompasiana.com, diakses 10 Desember 2011). 

Sulhan, Najib. 2011. Pendidikan Berbasis Karakter. Surabaya: PT Jepe Pres Media Utama (Jawa Pos Grup). Usman H.B, dkk. 2003. Pedoman Penyusunan dan Penilaian Karya Ilmiah. Palu: Penerbit Universitas Tadulako.